Hari ini aku ngerasa bosen banget dengan rutinitas mencari kerja. Aku memang bukan 'pengangguran' karena setiap pagi bantu ngajar di RA, tapi rutinitas itu aku anggap pengabdian karena untuk sementara selagi belum kerja. aku pengen banget kerja (real) tapi semua lowongan yang aku kirim belum berbuah hasil. Aku jadi ngerasa sarjana yang nggak berkompeten karena ditolak sana-sini. Entah karena berkas lamaran yang kurang meyakinkan atau memang diri aku yang nggak meyakinkan. Mungkin udah ratusan lamaran yang aku apply, baik via online maupun offline tapi hasilnya aku cuma diterima di BTPN Syariah sebagai Pembina Sentra -yang sampai detik ini belum jadi aku ambil karena alasan tertentu.
Kalo ngomongin soal perjuangan buat ngedapetin kerja, semua orang pasti punya cerita yang lebih seru dan lebih berjuang daripada aku. Meskipun begitu, aku mau sedikit cerita tentang pengalaman sebagai jobseeker.
Bulan Desember 2016 aku resmi diwisuda oleh kampus tercinta Universitas Jenderal Soedirman. Gelar di belakang nama resmi terpampang di ijazah dan kawan-kawannya. Akhirnya aku lulus setelah 4 tahun 3 bulan berkutat dengan pertanian dan segala macamnya. Euphoria setelah wisuda nggak bertahan lama karena aku sadar bahwa hari setelah wisuda, status akan berganti dari mahasiswa jadi
Pertama, panggilan interview setelah wisuda adalah MI Al-Washliyah Perbutulan Sumber. Entah apa yang ada di benak aku sampe daftar sebagai guru pendamping kelas 1, padahal aku nggak ada basic di bidang kependidikan/keguruan. Waktu itu aku cuma asal daftar, intinya yang penting kerja. Dari interview dan tes yang dilakukan, aku nggak dipanggil lagi untuk tahap selanjutnya.
Interview kedua melalui telepon oleh PT Agricon Indonesia, perusahaan pestisida yang berpusat di Bogor. Setelah interview ini aku dipanggil untuk interview user yang dilaksanakan di Hotel Santika Cirebon karena kebetulan user sedang ada di Cirebon. Aku melamar sebagai Fasilitator Sekolah Lapang dibawah naungan Divisi Marketing. Ada tiga orang yang ikut interview dan semuanya cewek, dari interview tersebut aku baru sadar ternyata aku buta banget tentang pertanian padahal udah sarjana. Setelah itu aku nggak dipanggil lagi karena pada saat interview pun sebenarnya ini kerjaan buat cowok.
Dari situlah aku ngerasa kalo aku nggak cocok kerja di bidang pertanian, bukan karena nggak suka pertanian tapi aku ngerasa terlalu bodoh dan terlalu payah jika kerja di bidang tersebut, aku bahkan nggak tau apa-apa padahal mudah. Belum lagi cewek adalah SDA yang kurang dibutuhkan untuk kerja di bidang pertanian. Hampir semua lowongan di bidang pertanian dikhususkan untuk cowok. Sedih kan? Insyaallah nggak apa-apa. Rezeki sudah diatur Allah. Harus yakin, meski bukan sekarang, semoga suatu hari nanti aku bisa kerja atau punya usaha di bidang pertanian. Aamiin.
Ketiga, aku dipanggil untuk mengikuti seleksi kerja di BTPN Syariah. Bisa cek disini untuk lebih jelasnya (Tahap awal hingga interview user)
Karena ada syarat SIM C, akhirnya aku menunda untuk tanda tangan kontrak dan sampai detik ini malah bingung mau diambil atau nggak :'
Keempat, aku dipanggil untuk seleksi di Asia Toserba Cirebon sebagai SPG (Sales Promotion Girl). Please, jangan kaget. Disitu tertulis untuk part time, akhirnya aku tertarik. Aku pikir kalau paginya ngajar di RA, siang sampai malam aku bisa kerja sebagai SPG. Lumayan untuk menambah pemasukan, biar nggak minta terus sama ortu untuk kebutuhan melamar kerja yang ternyata butuh biaya banyak.
Saat sesi interview, aku baru tau kalo kerjaannya bukan part time, yang mereka sebut part time adalah batas waktu kerja cuma 2 bulan sampai lebaran, akhirnya aku mengundurkan diri. Next time kalo sempet dan nggak mager aku share ceritanya ya.
Kelima, Aku ikut walk-in interview PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk. Tau dong itu perusahaan apa? Iya Alfamart. Lowongan yang dibuka Crew Store, Staff Office dll. Aku ikut seleksi di Alfamart Tuparev 3 (lokasi tes terdekat dari rumah), tetaknya di depan SMK 1 Kedawung Cirebon. Karena letaknya yang cukup strategis, peserta yang datang lumayan banyak, lebih dari 200 orang mengadu nasib disini. Dari 200an orang itu, sebagian besar lulusan D3-S1. Sarjana banyak yang nganggur ya? Hmm. Berhubung kurang kondusif, akhirnya seleksi yang dilakukan hanya tes koran/kreaplin test. Setelah mengerjakan test ini, kurang dari 30 menit udah keluar hasilnya. Dari seratusan orang, ngoreksinya cuma sekian menit doang padahal hanya dikoreksi oleh satu orang? Kok bisa? Ah iya, positive thinking aja kalo mas HRD nya punya mata super jadi sekali kedipan udah tau mana yang bener haha :D, Tapi aku yakin kok HRD punya cara tersendiri untuk menentukan calon pegawai meski hanya sekian detik melihat, lagipula beliau sudah banyak pengalaman kan? Jangankan cuma ratusan, ribuan aja biasa. Dan disini, aku nggak lolos (lagi). Baru satu tahap udah ditolak. Cian nian kau ni haha.
Keenam, aku ikut walk-in interview Bank CIMB Niaga, lowongan kerja yang dibuka yaitu ODP (Office Development Program)/Mortgage DP di bawah naungan divisi marketing. Berhubung untuk program ODP, tesnya nggak sembarangan. Lagi dan lagi aku gagal. Aku gagal di tahap FGD (Forum Group Discussion). Cerita seleksi ODP menyusul ya.
Ketujuh, aku dipanggil interview untuk lamaran kerja sebagai Administrasi oleh PT. Samudra Industri (Hilon). Aku apply lamaran ini waktu ada jobfair GRATIS dari DISNAKERTRANS Kabupaten Cirebon di Cirebon Square Ramayana Plered. Betewe, mau sedikit cerita ya. Ini adalah jobfair pertama yang aku ikutin, sebelumnya aku kurang percaya sama jobfair karena (katanya) percuma ke jobfair tapi nggak pernah ada panggilan. Asumsi itulah yang berubah menjadi mindset, belum lagi masuk jobfair harus bayar. "Ah mungkin akal-akalan EO jobfair aja ngadain acara padahal perusahaan nggak butuh pegawai." Haha itu pikiran jahat aku dan sebagian orang, tapi nggak semuanya bener sih. Buktinya banyak temen aku yang kerja karena daftar di jobfair. Ini mah emang dasarnya aku yang pelit nggak mau ngeluarin uang buat beli tiket jobfair, buktinya pas ada yang gratis langsung kesono haha :D
Eits.. Lanjut ke bahasan sebelumnya. Jadi, aku di telepon oleh Hilon Cabang Cirebon 16.44 WIB dan diberitahukan bahwa interview dilakukan besok paginya. Ada sekitar 10 peserta interview dan semuanya cewek. Menurutku, ini interview ter-nyesek. Kenapa? Karena Bapaknya nanya "kenapa ambil pertanian padahal pertanian adalah jurusan mati, jurusan yang cari kerjanya susah kecuali memang ambil di bidang pertaniannya, dan perusahaan pertanian nggak banyak. Harusnya ambil jurusan ekonomi, akuntansi, psikologi dll yang bisa kerja di perusahaan manapun. Bisa aja kan saya ambil orang untuk lowongan ini dari jurusan administrasi." (kurang lebih begitu ya). Bapak kayaknya nggak tau kalo sarjana pertanian multi-talenta. Buktinya di bank banyak sarjana pertanian, ada juga yang mengajar, ada yang kerja ini dan itu, punya usaha dan lain sebagainya. Kalau cuma bidang administrasi, sarjana pertanian juga bisa kok Pak. Insyaallah. Dan lagi, banyak sekali perusahaan di bidang pertanian dan perusahaan itu tergolong besar, contohnya perkebunan sawit, benih, pestisida dll. Jadi sarjana pertanian itu punya ruang lingkup yang luas untuk bekerja, tapi kebanyakan untuk sarjana laki-laki. Emansipasi wanita nggak terlalu berpengaruh disini, jelas mereka tau bahwa sarjana laki-laki kebanyakan lebih tahan mental daripada perempuan.
Meskipun agak menyinggung hati, all is well. Aku yakin beliau nggak bermaksud, ini cuma salah satu strategi agar beliau tau seberapa hebat mental aku (mungkin).
Sampai tulisan ini dibuat, terhitung udah seminggu dan belum ada kabar dari perusahaan tersebut. Kalo diterima alhamdulillah, kalo enggak berarti belum jodoh. Mungkin aja jodohnya sama kamu, iya kamu. Kamu yang baca tulisan aku *ciyeileh bisa ngegombal juga* :D
Nah, itu sekian pengalaman sebagai jobseeker. Pengalaman selanjutnya akan ditulis menyusul, tapi semoga aja selanjutnya adalah pengalalaman kerja. Bukan pengalaman
Terimakasih udah baca tulisan yang nggak karuan ini, semoga tulisannya mudah dimengerti dan tidak menyinggung perasaan siapapun.

Keep spirit mimsin! Allah with us hihiii
BalasHapusJeh ternyata ada yg baca blog aku juga, jadi malu hihi 😂
HapusIya rida, tetap semangat kok 😊 oh iya rida udah kerja belum? Kalo udah dimana? Kalo belum semoga cepet kerja di tempat terbaik ya hihi
trperengah ketika baca paragraph ini.
BalasHapusSampai tulisan ini dibuat, terhitung udah seminggu dan belum ada kabar dari perusahaan tersebut. Kalo diterima alhamdulillah, kalo enggak berarti belum jodoh. Mungkin aja jodohnya sama kamu, iya kamu. Kamu yang baca tulisan aku *ciyeileh bisa ngegombal juga* :D
Hehe cukup detail ceritanya. Bisa kubayangkan gimana rasanya.ibuku juga sarjana pertanian tapi semester akhir berhenti karena menikah dengan bapak. Mungkin kalo tidak menikah akan sama seperti kamu hehe. Memang banyak mahasiswa yang kuliah tidak sesuai dengan passion yang dimilikinya. Padahal jika sebelumnya telah mengetahui minat dan bakatnya kemungkinan fakultas yang dipilih akan mudah dikuasainya. Dan mencari kerja pun biasanya lebih mudah. Tapi yang sudah jadi bubur mau digimanain lagi. Tinggal ditambah kuah dan bumbu lainnya biar lebih sedap dan dihidangkan. So, sekarang sudah kerja dimana? Masih bertahankah menunggu panggilan kerja ?atau sudah pasrah menunggu panggilan yang maha kuasa? Hehe kidding
BalasHapus