Aku ingin kuliah ke..


Aku ingin kuliah keluar negeri...

Kalimat itu terlontar sejak dulu. Entah kapan kalimat itu dicetuskan pertama kali.
S2 keluar negeri. S2 keluar negeri. S2 keluar negeri.
Kurapalkan dalam doa, kuingat dalam mimpi, dan kutuliskan dalam cita-cita.

Meski tak setiap hari, dulu perasaanku menggebu. Buka web ini itu, baca ini itu. Tapi seiring berjalannya waktu aku mulai menyerah, padahal belum berjuang.

Aku semakin realistis dengan keadaan. Ketika yang lain mulai berlari, aku hanya diam menyaksikan. Aku terlalu payah karena menyerah pada keadaan tanpa memperjuangkan.

Disaat kepayahanku, tak ada yang menyemangatiku. Bukan karena tak ada yang mau, hanya saja tak ada yang tau. Tak pernah kuceritakan pada siapapun. Kurahasiakan rapat-rapat tanpa celah.

Sesekali masih kulontarkan bahwa aku ingin kuliah keluar negeri, meskipun terasa hambar tak semanis dulu. Pun kadang kupanjatkan dalam doa. Hanya sesekali.

Bulan dan tahun pun berganti. Kalimat 'aku pasti bisa!' berubah menjadi 'apakah aku bisa?'.
Sampai akhirnya aku resmi menjadi sarjana, impianku justru semakin menjauh. Halangan untuk meraihnya semakin banyak, ah atau hanya perasaanku saja? Mungkin secara tidak langsung aku sudah membangun tembok penghalang untuk diriku sendiri.


Tegal,  28 Oktober 2017


Bersama Adikku

Jika kalian punya hal romantis bersama pacar, aku punya hal yang lebih dari sekedar romantis bersama adikku. Muhammad Rizal Santoso, Orang pertama yang kusayang setelah kedua orangtuaku. Dia yang paling sering membuatku menangis, pun sebaliknya.

Usia kita hanya terpaut 2 tahun, dan itulah yang membuatku tidak bisa menikmati banyak asupan nutrisi ASI, jadi jika aku tidak lebih pintar, itu salahnya. Tetapi aku ikhlas, karena aku selalu berharap dia lebih dariku dalam hal apapun.

Dulu, banyak kesamaan yang kita miliki, kita suka menggambar, suka kaligrafi, pemalu, pemarah, dan yang tidak dapat disebutkan satu-satu.

Kita selalu bersama hampir di setiap kesempatan. Hanya berdua. Sampai usiaku 13 tahun. Adikku Muhammad Abdy Wiratama lahir kemudian disusul  Muhammad Prabu H.I. empat tahun berikutnya. Setelah itu kita tidak lagi berdua, keromantisan kita semakin lengkap bukan? Hanya saja aku tetap menjadi satu-satunya anak perempuan di rumah dan yang paling bertanggung jawab atas mereka.

Pengalaman Jadi Jobseeker Part 2

Setelah tulisan pertama, aku kira tulisan kedua nggak akan panjang a.k.a udah kerja. Tapi takdir Allah berkata lain, aku masih sebagai jobseeker yang kesana kemari mencari kerja dan entah sampai kapan status itu berubah.

Pertengahan Mei, aku memutuskan untuk berhenti mengajar. Alasannya karena sebentar lagi libur semester dan aku merasa tidak enak hati terlalu sering izin untuk seleksi kerja, jadi hari ini status jobseeker tergenapi juga.

Pengalaman jobseeker part 2 dimulai dari panggilan oleh Adira Finance. Panggilan interview ini hampir sebulan setelah apply lamaran melalui jobfair pemerintah kabupaten Cirebon di ramayana plered. Artinya ini panggilan kedua dari jobfair setelah PT. Samudra Industri (Hilon), ceritanya bisa dibaca disini ya. Aku dihubungi oleh pihak Adira Finance ba'da ashar dan diberitahu terkait jadwal interview pada hari selasa (16/5) jam 10 pagi kemudian aku menyanggupi untuk hadir. Di hari itu juga, aku dihubungi oleh BPR (Lupa namanya wkwk)  yang juga dari jobfair. Tapi karena seleksi di hari dan jam yang sama, akhirnya aku pilih Adira Finance. Ada beberapa pertimbangan, pertama yang menghubungi duluan adalah adira. Kedua, perusahaannya lebih dikenal masyarakat. Dan ketiga, bagian yang dilamar sesuai, karena di BPR dialihkan ke bagian marketing.
Aku sempat mengajukan pindah jadwal untuk di BPR tapi kata beliau tesnya jam 10 pagi dan nggak bisa diubah.

Siapa yang sangka ternyata Adira Finance mengadakan Walk-In Interview juga, jadi jadwal interview selama 2 hari dan pesertanya sekitar 200 orang (ini kata Bapak HRDnya). Singkat cerita, interview kurang berjalan baik karena jawaban yang aku berikan kurang memuaskan. Kata beliau, 2 minggu setelah interview akan dikabari untuk tahap selanjutnya dan alhamdulillah aku dipanggil untuk tahap kedua yaitu psikotes. Ada begitu banyak soal waktu itu (agak lupa haha). Sekarang aku masih nunggu kabar untuk panggilan selanjutnya, semoga bisa lolos aamiin.

Kesembilan, Setelah Adira Finance, besok paginya aku interview di PT.  Autoimun Care Indonesia (AICI) posisi customer service (CS). Sebelumnya, aku udah mengikuti serangkaian seleksi melalui email. Aku sangat tertarik dengan posisi CS karena kelihatannya menyenangkan bisa berbicara dengan orang yang berbeda setiap harinya dan melatih public speaking. Pertanyaan yang diajukan sederhana tapi lagi dan lagi aku gagal.

Kesepuluh, di hari yang sama, aku mengikuti interview Vivo Mobile sebagai Promotor di CSB Mall. Nggak seperti interview yang biasa aku alami, interview ini dilakukan per lima orang dengan dua HRD. Perkenalan dll dilakukan berdiri kemudian kita diuji untuk melakukan promosi. Interview berjalan dengan baik meski HRD sempat bingung karena ada sarjana yang melamar promotor, apalagi penampilan aku waktu itu amatlah rapi dengan blazer, habis mau gimana lagi paginya kan ada interview sebagai CS 😙
Beberapa hari kemudian aku dihubungi untuk training 3 hari minggu - rabu, tapi aku mengajukan ubah jadwal karena minggu depan ada interview juga dan akhirnya aku nggak dihubungi lagi 😂

Mungkin kalian bakal kaget kenapa aku melamar sebagai promotor, tapi kujelaskan ya meskipun aku bergelar sarjana dan lulusan sebuah PTN, aku nggak merasa malu untuk bekerja apapun. Selagi pekerjaan itu halal. Pikirku daripada nganggur di rumah ya mending kerja meski nggak sesuai, tapi sayangnya jadwal interview padat di dua minggu itu, akhirnya aku relakan pekerjaan di Vivo Mobile. Oh iya, sebenarnya Vivo juga buka loker bagian CS dan Admin tapi dilarang berhijab. Jadi aku memilih promotor. Mohon maaf hijabku nggak akan kugadaikan demi uang yang nggak seberapa.

Kesebelas, senin pagi (22/05) aku ikut walk-in interview PT. Matahari Department Store, Tbk. (MDS) di Hotel Grage Cirebon posisi Store Supervisor. Acara dimulai jam 9an padahal janjinya jam 8. Acara dibuka dengan Profil Company MDS serta tanya jawab terkait karir di MDS. Selanjutnya perkenalan diri singkat, seperti nama, univ, jurusan, ipk, pengalaman kerja, dan posisi yang dilamar. Singkat, padat dan jelas. Di tahap pertama aku langsung gagal, aku kurang apa Pak/Bu? 😭 Ternyata yang dilihat adalah cara berpakaian kita, terbukti dari PTN ternanama seperti UNPAD saja ditolak. Waktu itu aku pakai rok hitam panjang, kemeja putih dimasukkan, hijab warna peach dan sepatu hitam. Tapi yang lolos adalah mereka yang memakai setelan blazer. Yasudah belum rezekinya. Saran dari aku kalo kapan-kapan ikut MDS pakai blazer ya. Biar terkesan profesional dan meyakinkan.

Keduabelas, Aku ikut walk-in interview PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk.  (Alfamart) di kantor cabang yang ada di Plumbon Cirebon. Kalo dipostingan sebelumnya, aku pernah ikut di tuparev tapi karena gagal jadi aku penasaran untuk coba lagi. Sampai hari ini aku lolos hingga 4 tahap, tapi sampai detik ini belum dihubungi lagi. Mungkin belum lolos. Cerita seleksi menyusul ya.

Setelah alfamart, ternyata aku dipanggil untuk interview user PT. Samudra Industri (Hilon),  aku nggak nyangka sih bisa dipanggil padahal aku udah hopeless. Dari 20 peserta yang di interview HRD, ada 4 orang yang lolos ke tahap selanjutnya. Disini,aku di interview oleh 3 orang dan salah satunya adalah orang korea. Anyonghaseo Ahjussi! Logat khas koreanya lucu. Miyane Ahjussi 😂.Interview berjalan lancar dan meyakinkan. Tapi entah karena apa, aku nggak lolos untuk jadi pegawai disana. Lagipula yang dibutuhkan hanya satu orang. It's okay! Takdir Allah selalu baik. Percayalah. Allah udah mempersiapkan sesuatu yang indah.

Pengalaman Jadi Jobseeker



Hari ini aku ngerasa bosen banget dengan rutinitas mencari kerja. Aku memang bukan 'pengangguran' karena setiap pagi bantu ngajar di RA, tapi rutinitas itu aku anggap pengabdian karena untuk sementara selagi belum kerja. aku pengen banget kerja (real) tapi semua lowongan yang aku kirim belum berbuah hasil. Aku jadi ngerasa sarjana yang nggak berkompeten karena ditolak sana-sini. Entah karena berkas lamaran yang kurang meyakinkan atau memang diri aku yang nggak meyakinkan. Mungkin udah ratusan lamaran yang aku apply, baik via online maupun offline tapi hasilnya aku cuma diterima di BTPN Syariah sebagai Pembina Sentra -yang sampai detik ini belum jadi aku ambil karena alasan tertentu.

Kalo ngomongin soal perjuangan buat ngedapetin kerja, semua orang pasti punya cerita yang lebih seru dan lebih berjuang daripada aku. Meskipun begitu, aku mau sedikit cerita tentang pengalaman sebagai jobseeker.

Bulan Desember 2016 aku resmi diwisuda oleh kampus tercinta Universitas Jenderal Soedirman. Gelar di belakang nama resmi terpampang di ijazah dan kawan-kawannya. Akhirnya aku lulus setelah 4 tahun 3 bulan berkutat dengan pertanian dan segala macamnya. Euphoria setelah wisuda nggak bertahan lama karena aku sadar bahwa hari setelah wisuda, status akan berganti dari mahasiswa jadi pengangguran pencari kerja. Sebelum wisuda, aku udah daftar ke beberapa perusahaan melalui online tapi sampai detik ini nggak ada panggilan. Setelah wisuda, aku daftar banyak lowongan bahkan sampe lupa udah berapa banyak yang dilamar. Disini yang bakal aku ceritain pengalaman aku sampai tahap tes dan interview ya, itung-itung berbagi pengalaman. :'D

Pertama, panggilan interview setelah wisuda adalah MI Al-Washliyah Perbutulan Sumber. Entah apa yang ada di benak aku sampe daftar sebagai guru pendamping kelas 1, padahal aku nggak ada basic di bidang kependidikan/keguruan. Waktu itu aku cuma asal daftar, intinya yang penting kerja. Dari interview dan tes yang dilakukan, aku nggak dipanggil lagi untuk tahap selanjutnya.

Interview kedua melalui telepon oleh PT Agricon Indonesia, perusahaan pestisida yang berpusat di Bogor. Setelah interview ini aku dipanggil untuk interview user yang dilaksanakan di Hotel Santika Cirebon karena kebetulan user sedang ada di Cirebon. Aku melamar sebagai Fasilitator Sekolah Lapang dibawah naungan Divisi Marketing. Ada tiga orang yang ikut interview dan semuanya cewek, dari interview tersebut aku baru sadar ternyata aku buta banget tentang pertanian padahal udah sarjana. Setelah itu aku nggak dipanggil lagi karena pada saat interview pun sebenarnya ini kerjaan buat cowok.

Dari situlah aku ngerasa kalo aku nggak cocok kerja di bidang pertanian, bukan karena nggak suka pertanian tapi aku ngerasa terlalu bodoh dan terlalu payah jika kerja di bidang tersebut, aku bahkan nggak tau apa-apa padahal mudah. Belum lagi cewek adalah SDA yang kurang dibutuhkan untuk kerja di bidang pertanian. Hampir semua lowongan di bidang pertanian dikhususkan untuk cowok. Sedih kan? Insyaallah nggak apa-apa. Rezeki sudah diatur Allah. Harus yakin, meski bukan sekarang, semoga suatu hari nanti aku bisa kerja atau punya usaha di bidang pertanian. Aamiin.

Ketiga, aku dipanggil untuk mengikuti seleksi kerja di BTPN Syariah. Bisa cek disini untuk lebih jelasnya (Tahap awal hingga interview user)
Karena ada syarat SIM C, akhirnya aku menunda untuk tanda tangan kontrak dan sampai detik ini malah bingung mau diambil atau nggak :'

Keempat, aku dipanggil untuk seleksi di Asia Toserba Cirebon sebagai SPG (Sales Promotion Girl). Please, jangan kaget. Disitu tertulis untuk part time, akhirnya aku tertarik. Aku pikir kalau paginya ngajar di RA, siang sampai malam aku bisa kerja sebagai SPG. Lumayan untuk menambah pemasukan, biar nggak minta terus sama ortu untuk kebutuhan melamar kerja yang ternyata butuh biaya banyak.
Saat sesi interview, aku baru tau kalo kerjaannya bukan part time, yang mereka sebut part time adalah batas waktu kerja cuma 2 bulan sampai lebaran, akhirnya aku mengundurkan diri. Next time kalo sempet dan nggak mager aku share ceritanya ya.

Kelima, Aku ikut walk-in interview PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk. Tau dong itu perusahaan apa?  Iya Alfamart. Lowongan yang dibuka Crew Store, Staff Office dll. Aku ikut seleksi di Alfamart Tuparev 3 (lokasi tes terdekat dari rumah), tetaknya di depan SMK 1 Kedawung Cirebon. Karena letaknya yang cukup strategis, peserta yang datang lumayan banyak, lebih dari 200 orang mengadu nasib disini. Dari 200an orang itu, sebagian besar lulusan D3-S1. Sarjana banyak yang nganggur ya? Hmm. Berhubung kurang kondusif, akhirnya seleksi yang dilakukan hanya tes koran/kreaplin test. Setelah mengerjakan test ini, kurang dari 30 menit udah keluar hasilnya. Dari seratusan orang, ngoreksinya cuma sekian menit doang padahal hanya dikoreksi oleh satu orang? Kok bisa? Ah iya, positive thinking aja kalo mas HRD nya punya mata super jadi sekali kedipan udah tau mana yang bener haha :D, Tapi aku yakin kok HRD punya cara tersendiri untuk menentukan calon pegawai meski hanya sekian detik melihat, lagipula beliau sudah banyak pengalaman kan? Jangankan cuma ratusan, ribuan aja biasa. Dan disini, aku nggak lolos (lagi). Baru satu tahap udah ditolak. Cian nian kau ni haha.

Keenam, aku ikut walk-in interview Bank CIMB Niaga, lowongan kerja yang dibuka yaitu ODP (Office Development Program)/Mortgage DP di bawah naungan divisi marketing. Berhubung untuk program ODP, tesnya nggak sembarangan. Lagi dan lagi aku gagal. Aku gagal di tahap FGD (Forum Group Discussion). Cerita seleksi ODP menyusul ya.

Ketujuh, aku dipanggil interview untuk lamaran kerja sebagai Administrasi oleh PT. Samudra Industri (Hilon). Aku apply lamaran ini waktu ada jobfair GRATIS dari DISNAKERTRANS Kabupaten Cirebon di Cirebon Square Ramayana Plered. Betewe, mau sedikit cerita ya. Ini adalah jobfair pertama yang aku ikutin, sebelumnya aku kurang percaya sama jobfair karena (katanya)  percuma ke jobfair tapi nggak pernah ada panggilan. Asumsi itulah yang berubah menjadi mindset, belum lagi masuk jobfair harus bayar. "Ah mungkin akal-akalan EO jobfair aja ngadain acara padahal perusahaan nggak butuh pegawai." Haha itu pikiran jahat aku dan sebagian orang, tapi nggak semuanya bener sih. Buktinya banyak temen aku yang kerja karena daftar di jobfair. Ini mah emang dasarnya aku yang pelit nggak mau ngeluarin uang buat beli tiket jobfair, buktinya pas ada yang gratis langsung kesono haha :D
Eits.. Lanjut ke bahasan sebelumnya. Jadi, aku di telepon oleh Hilon Cabang Cirebon 16.44 WIB dan diberitahukan bahwa interview dilakukan besok paginya. Ada sekitar 10 peserta interview dan semuanya cewek. Menurutku, ini interview ter-nyesek. Kenapa?  Karena Bapaknya nanya "kenapa ambil pertanian padahal pertanian adalah jurusan mati, jurusan yang cari kerjanya susah kecuali memang ambil di bidang pertaniannya, dan perusahaan pertanian nggak banyak. Harusnya ambil jurusan ekonomi, akuntansi, psikologi dll yang bisa kerja di perusahaan manapun. Bisa aja kan saya ambil orang untuk lowongan ini dari jurusan administrasi." (kurang lebih begitu ya). Bapak kayaknya nggak tau kalo sarjana pertanian multi-talenta. Buktinya di bank banyak sarjana pertanian, ada juga yang mengajar, ada yang kerja ini dan itu, punya usaha dan lain sebagainya. Kalau cuma bidang administrasi, sarjana pertanian juga bisa kok Pak. Insyaallah. Dan lagi, banyak sekali perusahaan di bidang pertanian dan perusahaan itu tergolong besar, contohnya perkebunan sawit, benih, pestisida dll. Jadi sarjana pertanian itu punya ruang lingkup yang luas untuk bekerja, tapi kebanyakan untuk sarjana laki-laki. Emansipasi wanita nggak terlalu berpengaruh disini, jelas mereka tau bahwa sarjana laki-laki kebanyakan lebih tahan mental daripada perempuan.

Meskipun agak menyinggung hati, all is well. Aku yakin beliau nggak bermaksud, ini cuma salah satu strategi agar beliau tau seberapa hebat mental aku (mungkin).

Sampai tulisan ini dibuat, terhitung udah seminggu dan belum ada kabar dari perusahaan tersebut. Kalo diterima alhamdulillah, kalo enggak berarti belum jodoh. Mungkin aja jodohnya sama kamu, iya kamu. Kamu yang baca tulisan aku *ciyeileh bisa ngegombal juga* :D

Nah, itu sekian pengalaman sebagai jobseeker. Pengalaman selanjutnya akan ditulis menyusul, tapi semoga aja selanjutnya adalah pengalalaman kerja. Bukan pengalaman pengangguran pencari kerja lagi ya hehe. Aamiin.
Terimakasih udah baca tulisan yang nggak karuan ini, semoga tulisannya mudah dimengerti dan tidak menyinggung perasaan siapapun.

Seorang Introvert Menjadi Guru



Tiga bulan ini, setiap pagi aku disibukkan dengan kegiatan mengajar di RA (Raudlatul Atfal) Nur******. Kedengaran aneh nggak sih kalo sarjana pertanian ngajar TK?  Ah enggak kok. Artinya aku multi-talenta hihi :D

Asal mula kenapa aku mengajar di TK karena ada salah satu guru yang cuti, akhirnya aku ditawari mengajar disana, katanya cuma untuk bantu ngaji dan baca. Yaudah aku terima aja, lumayan daripada statusnya pengangguran.

Basically, aku bukan sarjana pendidikan jadi ngajar merupakan pengalaman baru. Ternyata ngajar itu nggak mudah, apalagi kalo kamu seorang introvert kayak aku.
Bukan sarjana pendidikan dan seorang introvert jadi paket lengkap. Hari-hari yang harusnya menyenangkan karena ketemu anak-anak, justru mirip penjara (ah lebay lu sin, wkwk). Intinya sih, pekerjaan itu jadi nggak nyaman ya.

Well, sebenernya aku nggak malu sama anak-anak disana, justru aku malu sama orang tua mereka yang nganterin dan ngeliatin diluar ruangan. Apalagi hampir semuanya tetangga, karena TK ini cuma berjarak berapa puluh meter dari rumah.

Sedikit kujelaskan tentang tipe orang seperti apakah aku ini? Aku adalah tipe orang introvert dan cenderung pemalu. Aku susah untuk bergaul dengan orang disekitar rumah, aku nggak punya banyak teman, dan anti sosial. Tapi semua ke-introvert-an aku hanya muncul jika di lingkungan rumah, kalo di lingkungan luar rumah seperti sekolah, kuliah, dan tempat kerja justru aku bisa show up! Aneh kan? Bukan berkepribadian ganda ya, ini lebih ke arah jaim (jaga image)  jika di lingkungan rumah. Entah ini karena apa, mungkinkah karena tekanan lingkungan sekitar?  Sarjana psikologi tell me, please! 

Selain malu pada orang tua mereka, aku malah malu sama diri sendiri. Belum lagi anak-anak jarang mendengarkan, ini faktor suaraku yang lemah lembut atau gara-gara aku nggak pernah marah sama mereka ya jadi mereka nggak nurut? Intinya aku belum bisa menguasai kelas. Mohon dimaklumi ya, aku biasanya di sawah -,-

Oh iya, aku bukan orang yang ahli dalam hal agama ya meskipun setiap pagi ngajar ngaji. Kemampuan mengaji aku malah meningkat setelah mengajari mereka. Ternyata banyak hikmah dibalik ini semua, aku belajar ngaji, belajar memahami, belajar sabar, belajar bersyukur dan belajar hal lain yang belum tentu aku dapatkan ditempat lain.

Poin pentingnya, aku sedikit memahami karakter anak-anak. Ada anak yang pandai membaca dan menulis tapi kurang pandai berhitung atau sebaliknya, ada yang hanya pandai menggambar dan mewarnai, ada yang pandai hapalan, ada juga yang pandai berbicara, dan ada lagi yang kurang mengerjakan itu semua tapi punya keberanian yang tinggi. Kita bahkan nggak tau masa depan mereka akan jadi apa, tapi mereka adalah calon orang hebat di masa depan. Jadi, pendidikan sangat penting untuk mendukung masa depan mereka dan guru-guru yang kompeten akan menunjang itu semua. Teruntuk sarjana pendidikan diluar sana, jadilah guru yang hebat untuk mereka ya? Please! (Kedip-kedipin mata)

Betewe, sebenernya aku punya cita-cita menjadi Pengajar Muda di pelosok negeri dalam program Indonesia Mengajar. Mungkin ini salah satu jalan Allah agar aku terbiasa menjadi guru ya. Semoga impian ini bisa tercapai, aamiin.

Dan, terimakasih banyak untuk penjara keceriaan dan pengetahuan yang telah memberiku kesempatan untuk belajar. Sampai jumpa di masa depan anak-anakku (belum nikah eh anaknya udah banyak haha).

Sarjana Serba Salah



Menjadi guru, dokter, pilot, tentara, dan polisi merupakan cita-cita yang paling sering ditemui pada anak-anak usia dini hingga sekolah dasar. Ada yang menyuarakannya dengan lantang dan ada pula yang malu-malu.

Setelah dewasa, mereka mulai sadar bahwa meraih cita-cita tak semudah kelihatannya. Mau masuk ke perguruan tinggi susah, mau lulus susah, eh pas udah lulus nyari kerjanya juga susah. Akhirnya banyak diantaranya yang menyerah.




Pun aku, cita-citaku entah hanyut kemana. Pernah ingin menjadi seorang presiden, ilmuan, guru, dosen, penulis dan sekarang jadi apapun yang penting kerja. Apalagi hidup di tengah masyarakat yang masih berfikiran bahwa lulus kuliah harus kerja di tempat yang layak untuk sarjana (duduk, ngetik, mikir), jika tidak maka bersiaplah "kupingmu panas" karena digosipin sana sini.

👵 Udah sarjana ya?
👧 Iya
👴 Kerja dimana?
👧 Belum kerja
👵 Sarjana kok nganggur? Mending lulusan SMA, langsung kerja.
👧 Kemarin baru interview di perusaan X di bagian marketing
👨 Sarjana jangan mau kerja panas-panasan
👩 Sarjana itu kerjanya tinggal duduk dan berpakaian rapi
👧 (cuma senyum)

Ada lagi yang setelah lulus dia membuka usaha, tapi tetap saja dikomentari sana sini.

"Percuma ijazahnya nggak kepake, nggak kuliah juga bisa jadi pengusaha kok."

Padahal ilmunya lebih penting,  bukan ijazahnya.

Lulus kuliah lalu menikah apalagi, seumur hidupmu jadi contoh sarjana pengangguran.

"Ngapain kuliah, liat aja si xxxxx udah kuliah mahal-mahal, setelah lulus langsung nikah dan ujung-ujungnya ngurusin anak."

Akhirnya,  jalan hidup seseorang tak sepenuhnya milik dirinya sendiri. Apalagi untuk yang sensitif dan selalu memikirkan penilaian orang, hidup penuh tekanan dari sana sini.

Sarjana kok jadi serba salah ya? Ini salah itu salah, semuanya salah. Padahal menuntut ilmu adalah kewajiban, bukan sekedar mencari pekerjaan yang layak dan terpandang.



Tipe Kepribadian MBTI



Beberapa bulan terakhir aku baru tau kalo ada tes kepribadian MBTI, karena selama ini yang aku tau cuma tes kepribadian yang biasa dilakukan oleh Psikolog atau yang dishare di facebook. Agak kudet sih, tapi seenggaknya jadi tau kepribadian aku yang sebenarnya.
Aku tau tes kepribadian ini dari blog salah seorang vloger sekaligus selebgram @gitasav. Dari situlah aku kepo dan berakhir googling.

MBTI (Myers-Birggs Type Indicator) adalah psikotes yang dirancang untuk mengukur preferensi psikologis seseorang dalam melihat dunia dan membuat keputusan. MBTI dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers pada sejak 1940. Psikotes ini dirancang untuk mengukur kecerdasan individu, bakat, dan tipe kepribadian seseorang.

Tes Kepribadian ini dapat dilakukan secara online, baik melalui aplikasi smartphone ataupun melalui website. Ada 60 soal berpasangan yang diberikan, kamu bisa pilih salah satu jawaban diantara dua soal yang tersedia. Kamu harus pilih jawaban dengan jujur. Pokoknya pilih yang jawabannya 'kamu banget'.
Setelah selesai menjawab semua pertanyaan, tunggu beberapa saat dan tipe kepribadian kamu akan muncul.

Berdasarkan Tes Kepribadian MBTI,  ada 16 tipe kepribadian. Aku nggak akan menjelaskan disini, jadi kamu bisa googling sendiri. Disini aku hanya menceritakan tentang tipe kepribadian INTP. Dari 60 pertanyaan yang kujawab, hasilnya adalah aku seorang INTP. Sudah aku coba  beberapa kali untuk memastikan --dengan mengubah beberapa jawaban yang masih diragukan-- dan hasilnya selalu sama.

INTP adalah tipe orang yang berusaha membangun penjelasan yang masuk akal untuk segala sesuatu yang menarik bagi mereka. Teoritis dan abstrak, lebih tertarik pada ide-ide daripada interaksi sosial. Tenang, cerdas, fleksibel, dan mudah beradaptasi. Memiliki kemampuan yang tidak biasa untuk fokus dan mendalami pemecahan masalah pada bidang yang menjadi minat mereka. Skeptis, terkadang kritis, dan selalu analitis.

Beberapa tokoh terkenal yang merupakan INTP diantaranya Albert Einstein,Sir Isaac Newton, JK Rowling dan masih banyak lagi. Wah ternyata aku memiliki kemampuan sehebat mereka,  hanya saja belum dapat fokus pada bakat sendiri --yang sampai detik ini belum diketahui (miris).

Beberapa profesi yang sesuai dengan INTP,  yaitu ilmuan, fotografer, penulis buku teknis, ahli komputer, jaksa dll. Ngomongin profesi, dulu aku ingin jadi seorang ilmuwan, tapi aku juga suka menulis sejak kecil. Mungkin aku bisa jadi seorang ilmuan dan penulis buku.

Saran pengembangan diri seorang INTP adalah belajar membangun hubungan dengan orang lain. Belajar berempati, mendengar aktif, memberi perhatian dan bertukar pendapat.
Relaks. Jangan terlalu banyak berfikir. Nikmati hidup tanpa harus bertanya mengapa dan bagaimana.
Mencoba menemukan satu ide, merencanakan dan mewujudkannya. Jangan terlalu sering berganti-ganti ide tetapi tidak satupun yang terwujud.

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Aku ingin kuliah ke..

Aku ingin kuliah keluar negeri... Kalimat itu terlontar sejak dulu. Entah kapan kalimat itu dicetuskan pertama kali. S2 keluar negeri...