Sarjana Serba Salah



Menjadi guru, dokter, pilot, tentara, dan polisi merupakan cita-cita yang paling sering ditemui pada anak-anak usia dini hingga sekolah dasar. Ada yang menyuarakannya dengan lantang dan ada pula yang malu-malu.

Setelah dewasa, mereka mulai sadar bahwa meraih cita-cita tak semudah kelihatannya. Mau masuk ke perguruan tinggi susah, mau lulus susah, eh pas udah lulus nyari kerjanya juga susah. Akhirnya banyak diantaranya yang menyerah.




Pun aku, cita-citaku entah hanyut kemana. Pernah ingin menjadi seorang presiden, ilmuan, guru, dosen, penulis dan sekarang jadi apapun yang penting kerja. Apalagi hidup di tengah masyarakat yang masih berfikiran bahwa lulus kuliah harus kerja di tempat yang layak untuk sarjana (duduk, ngetik, mikir), jika tidak maka bersiaplah "kupingmu panas" karena digosipin sana sini.

👵 Udah sarjana ya?
👧 Iya
👴 Kerja dimana?
👧 Belum kerja
👵 Sarjana kok nganggur? Mending lulusan SMA, langsung kerja.
👧 Kemarin baru interview di perusaan X di bagian marketing
👨 Sarjana jangan mau kerja panas-panasan
👩 Sarjana itu kerjanya tinggal duduk dan berpakaian rapi
👧 (cuma senyum)

Ada lagi yang setelah lulus dia membuka usaha, tapi tetap saja dikomentari sana sini.

"Percuma ijazahnya nggak kepake, nggak kuliah juga bisa jadi pengusaha kok."

Padahal ilmunya lebih penting,  bukan ijazahnya.

Lulus kuliah lalu menikah apalagi, seumur hidupmu jadi contoh sarjana pengangguran.

"Ngapain kuliah, liat aja si xxxxx udah kuliah mahal-mahal, setelah lulus langsung nikah dan ujung-ujungnya ngurusin anak."

Akhirnya,  jalan hidup seseorang tak sepenuhnya milik dirinya sendiri. Apalagi untuk yang sensitif dan selalu memikirkan penilaian orang, hidup penuh tekanan dari sana sini.

Sarjana kok jadi serba salah ya? Ini salah itu salah, semuanya salah. Padahal menuntut ilmu adalah kewajiban, bukan sekedar mencari pekerjaan yang layak dan terpandang.



Tipe Kepribadian MBTI



Beberapa bulan terakhir aku baru tau kalo ada tes kepribadian MBTI, karena selama ini yang aku tau cuma tes kepribadian yang biasa dilakukan oleh Psikolog atau yang dishare di facebook. Agak kudet sih, tapi seenggaknya jadi tau kepribadian aku yang sebenarnya.
Aku tau tes kepribadian ini dari blog salah seorang vloger sekaligus selebgram @gitasav. Dari situlah aku kepo dan berakhir googling.

MBTI (Myers-Birggs Type Indicator) adalah psikotes yang dirancang untuk mengukur preferensi psikologis seseorang dalam melihat dunia dan membuat keputusan. MBTI dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers pada sejak 1940. Psikotes ini dirancang untuk mengukur kecerdasan individu, bakat, dan tipe kepribadian seseorang.

Tes Kepribadian ini dapat dilakukan secara online, baik melalui aplikasi smartphone ataupun melalui website. Ada 60 soal berpasangan yang diberikan, kamu bisa pilih salah satu jawaban diantara dua soal yang tersedia. Kamu harus pilih jawaban dengan jujur. Pokoknya pilih yang jawabannya 'kamu banget'.
Setelah selesai menjawab semua pertanyaan, tunggu beberapa saat dan tipe kepribadian kamu akan muncul.

Berdasarkan Tes Kepribadian MBTI,  ada 16 tipe kepribadian. Aku nggak akan menjelaskan disini, jadi kamu bisa googling sendiri. Disini aku hanya menceritakan tentang tipe kepribadian INTP. Dari 60 pertanyaan yang kujawab, hasilnya adalah aku seorang INTP. Sudah aku coba  beberapa kali untuk memastikan --dengan mengubah beberapa jawaban yang masih diragukan-- dan hasilnya selalu sama.

INTP adalah tipe orang yang berusaha membangun penjelasan yang masuk akal untuk segala sesuatu yang menarik bagi mereka. Teoritis dan abstrak, lebih tertarik pada ide-ide daripada interaksi sosial. Tenang, cerdas, fleksibel, dan mudah beradaptasi. Memiliki kemampuan yang tidak biasa untuk fokus dan mendalami pemecahan masalah pada bidang yang menjadi minat mereka. Skeptis, terkadang kritis, dan selalu analitis.

Beberapa tokoh terkenal yang merupakan INTP diantaranya Albert Einstein,Sir Isaac Newton, JK Rowling dan masih banyak lagi. Wah ternyata aku memiliki kemampuan sehebat mereka,  hanya saja belum dapat fokus pada bakat sendiri --yang sampai detik ini belum diketahui (miris).

Beberapa profesi yang sesuai dengan INTP,  yaitu ilmuan, fotografer, penulis buku teknis, ahli komputer, jaksa dll. Ngomongin profesi, dulu aku ingin jadi seorang ilmuwan, tapi aku juga suka menulis sejak kecil. Mungkin aku bisa jadi seorang ilmuan dan penulis buku.

Saran pengembangan diri seorang INTP adalah belajar membangun hubungan dengan orang lain. Belajar berempati, mendengar aktif, memberi perhatian dan bertukar pendapat.
Relaks. Jangan terlalu banyak berfikir. Nikmati hidup tanpa harus bertanya mengapa dan bagaimana.
Mencoba menemukan satu ide, merencanakan dan mewujudkannya. Jangan terlalu sering berganti-ganti ide tetapi tidak satupun yang terwujud.

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.