Pengalaman Jadi Jobseeker Part 2

Setelah tulisan pertama, aku kira tulisan kedua nggak akan panjang a.k.a udah kerja. Tapi takdir Allah berkata lain, aku masih sebagai jobseeker yang kesana kemari mencari kerja dan entah sampai kapan status itu berubah.

Pertengahan Mei, aku memutuskan untuk berhenti mengajar. Alasannya karena sebentar lagi libur semester dan aku merasa tidak enak hati terlalu sering izin untuk seleksi kerja, jadi hari ini status jobseeker tergenapi juga.

Pengalaman jobseeker part 2 dimulai dari panggilan oleh Adira Finance. Panggilan interview ini hampir sebulan setelah apply lamaran melalui jobfair pemerintah kabupaten Cirebon di ramayana plered. Artinya ini panggilan kedua dari jobfair setelah PT. Samudra Industri (Hilon), ceritanya bisa dibaca disini ya. Aku dihubungi oleh pihak Adira Finance ba'da ashar dan diberitahu terkait jadwal interview pada hari selasa (16/5) jam 10 pagi kemudian aku menyanggupi untuk hadir. Di hari itu juga, aku dihubungi oleh BPR (Lupa namanya wkwk)  yang juga dari jobfair. Tapi karena seleksi di hari dan jam yang sama, akhirnya aku pilih Adira Finance. Ada beberapa pertimbangan, pertama yang menghubungi duluan adalah adira. Kedua, perusahaannya lebih dikenal masyarakat. Dan ketiga, bagian yang dilamar sesuai, karena di BPR dialihkan ke bagian marketing.
Aku sempat mengajukan pindah jadwal untuk di BPR tapi kata beliau tesnya jam 10 pagi dan nggak bisa diubah.

Siapa yang sangka ternyata Adira Finance mengadakan Walk-In Interview juga, jadi jadwal interview selama 2 hari dan pesertanya sekitar 200 orang (ini kata Bapak HRDnya). Singkat cerita, interview kurang berjalan baik karena jawaban yang aku berikan kurang memuaskan. Kata beliau, 2 minggu setelah interview akan dikabari untuk tahap selanjutnya dan alhamdulillah aku dipanggil untuk tahap kedua yaitu psikotes. Ada begitu banyak soal waktu itu (agak lupa haha). Sekarang aku masih nunggu kabar untuk panggilan selanjutnya, semoga bisa lolos aamiin.

Kesembilan, Setelah Adira Finance, besok paginya aku interview di PT.  Autoimun Care Indonesia (AICI) posisi customer service (CS). Sebelumnya, aku udah mengikuti serangkaian seleksi melalui email. Aku sangat tertarik dengan posisi CS karena kelihatannya menyenangkan bisa berbicara dengan orang yang berbeda setiap harinya dan melatih public speaking. Pertanyaan yang diajukan sederhana tapi lagi dan lagi aku gagal.

Kesepuluh, di hari yang sama, aku mengikuti interview Vivo Mobile sebagai Promotor di CSB Mall. Nggak seperti interview yang biasa aku alami, interview ini dilakukan per lima orang dengan dua HRD. Perkenalan dll dilakukan berdiri kemudian kita diuji untuk melakukan promosi. Interview berjalan dengan baik meski HRD sempat bingung karena ada sarjana yang melamar promotor, apalagi penampilan aku waktu itu amatlah rapi dengan blazer, habis mau gimana lagi paginya kan ada interview sebagai CS 😙
Beberapa hari kemudian aku dihubungi untuk training 3 hari minggu - rabu, tapi aku mengajukan ubah jadwal karena minggu depan ada interview juga dan akhirnya aku nggak dihubungi lagi 😂

Mungkin kalian bakal kaget kenapa aku melamar sebagai promotor, tapi kujelaskan ya meskipun aku bergelar sarjana dan lulusan sebuah PTN, aku nggak merasa malu untuk bekerja apapun. Selagi pekerjaan itu halal. Pikirku daripada nganggur di rumah ya mending kerja meski nggak sesuai, tapi sayangnya jadwal interview padat di dua minggu itu, akhirnya aku relakan pekerjaan di Vivo Mobile. Oh iya, sebenarnya Vivo juga buka loker bagian CS dan Admin tapi dilarang berhijab. Jadi aku memilih promotor. Mohon maaf hijabku nggak akan kugadaikan demi uang yang nggak seberapa.

Kesebelas, senin pagi (22/05) aku ikut walk-in interview PT. Matahari Department Store, Tbk. (MDS) di Hotel Grage Cirebon posisi Store Supervisor. Acara dimulai jam 9an padahal janjinya jam 8. Acara dibuka dengan Profil Company MDS serta tanya jawab terkait karir di MDS. Selanjutnya perkenalan diri singkat, seperti nama, univ, jurusan, ipk, pengalaman kerja, dan posisi yang dilamar. Singkat, padat dan jelas. Di tahap pertama aku langsung gagal, aku kurang apa Pak/Bu? 😭 Ternyata yang dilihat adalah cara berpakaian kita, terbukti dari PTN ternanama seperti UNPAD saja ditolak. Waktu itu aku pakai rok hitam panjang, kemeja putih dimasukkan, hijab warna peach dan sepatu hitam. Tapi yang lolos adalah mereka yang memakai setelan blazer. Yasudah belum rezekinya. Saran dari aku kalo kapan-kapan ikut MDS pakai blazer ya. Biar terkesan profesional dan meyakinkan.

Keduabelas, Aku ikut walk-in interview PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk.  (Alfamart) di kantor cabang yang ada di Plumbon Cirebon. Kalo dipostingan sebelumnya, aku pernah ikut di tuparev tapi karena gagal jadi aku penasaran untuk coba lagi. Sampai hari ini aku lolos hingga 4 tahap, tapi sampai detik ini belum dihubungi lagi. Mungkin belum lolos. Cerita seleksi menyusul ya.

Setelah alfamart, ternyata aku dipanggil untuk interview user PT. Samudra Industri (Hilon),  aku nggak nyangka sih bisa dipanggil padahal aku udah hopeless. Dari 20 peserta yang di interview HRD, ada 4 orang yang lolos ke tahap selanjutnya. Disini,aku di interview oleh 3 orang dan salah satunya adalah orang korea. Anyonghaseo Ahjussi! Logat khas koreanya lucu. Miyane Ahjussi 😂.Interview berjalan lancar dan meyakinkan. Tapi entah karena apa, aku nggak lolos untuk jadi pegawai disana. Lagipula yang dibutuhkan hanya satu orang. It's okay! Takdir Allah selalu baik. Percayalah. Allah udah mempersiapkan sesuatu yang indah.

Pengalaman Jadi Jobseeker



Hari ini aku ngerasa bosen banget dengan rutinitas mencari kerja. Aku memang bukan 'pengangguran' karena setiap pagi bantu ngajar di RA, tapi rutinitas itu aku anggap pengabdian karena untuk sementara selagi belum kerja. aku pengen banget kerja (real) tapi semua lowongan yang aku kirim belum berbuah hasil. Aku jadi ngerasa sarjana yang nggak berkompeten karena ditolak sana-sini. Entah karena berkas lamaran yang kurang meyakinkan atau memang diri aku yang nggak meyakinkan. Mungkin udah ratusan lamaran yang aku apply, baik via online maupun offline tapi hasilnya aku cuma diterima di BTPN Syariah sebagai Pembina Sentra -yang sampai detik ini belum jadi aku ambil karena alasan tertentu.

Kalo ngomongin soal perjuangan buat ngedapetin kerja, semua orang pasti punya cerita yang lebih seru dan lebih berjuang daripada aku. Meskipun begitu, aku mau sedikit cerita tentang pengalaman sebagai jobseeker.

Bulan Desember 2016 aku resmi diwisuda oleh kampus tercinta Universitas Jenderal Soedirman. Gelar di belakang nama resmi terpampang di ijazah dan kawan-kawannya. Akhirnya aku lulus setelah 4 tahun 3 bulan berkutat dengan pertanian dan segala macamnya. Euphoria setelah wisuda nggak bertahan lama karena aku sadar bahwa hari setelah wisuda, status akan berganti dari mahasiswa jadi pengangguran pencari kerja. Sebelum wisuda, aku udah daftar ke beberapa perusahaan melalui online tapi sampai detik ini nggak ada panggilan. Setelah wisuda, aku daftar banyak lowongan bahkan sampe lupa udah berapa banyak yang dilamar. Disini yang bakal aku ceritain pengalaman aku sampai tahap tes dan interview ya, itung-itung berbagi pengalaman. :'D

Pertama, panggilan interview setelah wisuda adalah MI Al-Washliyah Perbutulan Sumber. Entah apa yang ada di benak aku sampe daftar sebagai guru pendamping kelas 1, padahal aku nggak ada basic di bidang kependidikan/keguruan. Waktu itu aku cuma asal daftar, intinya yang penting kerja. Dari interview dan tes yang dilakukan, aku nggak dipanggil lagi untuk tahap selanjutnya.

Interview kedua melalui telepon oleh PT Agricon Indonesia, perusahaan pestisida yang berpusat di Bogor. Setelah interview ini aku dipanggil untuk interview user yang dilaksanakan di Hotel Santika Cirebon karena kebetulan user sedang ada di Cirebon. Aku melamar sebagai Fasilitator Sekolah Lapang dibawah naungan Divisi Marketing. Ada tiga orang yang ikut interview dan semuanya cewek, dari interview tersebut aku baru sadar ternyata aku buta banget tentang pertanian padahal udah sarjana. Setelah itu aku nggak dipanggil lagi karena pada saat interview pun sebenarnya ini kerjaan buat cowok.

Dari situlah aku ngerasa kalo aku nggak cocok kerja di bidang pertanian, bukan karena nggak suka pertanian tapi aku ngerasa terlalu bodoh dan terlalu payah jika kerja di bidang tersebut, aku bahkan nggak tau apa-apa padahal mudah. Belum lagi cewek adalah SDA yang kurang dibutuhkan untuk kerja di bidang pertanian. Hampir semua lowongan di bidang pertanian dikhususkan untuk cowok. Sedih kan? Insyaallah nggak apa-apa. Rezeki sudah diatur Allah. Harus yakin, meski bukan sekarang, semoga suatu hari nanti aku bisa kerja atau punya usaha di bidang pertanian. Aamiin.

Ketiga, aku dipanggil untuk mengikuti seleksi kerja di BTPN Syariah. Bisa cek disini untuk lebih jelasnya (Tahap awal hingga interview user)
Karena ada syarat SIM C, akhirnya aku menunda untuk tanda tangan kontrak dan sampai detik ini malah bingung mau diambil atau nggak :'

Keempat, aku dipanggil untuk seleksi di Asia Toserba Cirebon sebagai SPG (Sales Promotion Girl). Please, jangan kaget. Disitu tertulis untuk part time, akhirnya aku tertarik. Aku pikir kalau paginya ngajar di RA, siang sampai malam aku bisa kerja sebagai SPG. Lumayan untuk menambah pemasukan, biar nggak minta terus sama ortu untuk kebutuhan melamar kerja yang ternyata butuh biaya banyak.
Saat sesi interview, aku baru tau kalo kerjaannya bukan part time, yang mereka sebut part time adalah batas waktu kerja cuma 2 bulan sampai lebaran, akhirnya aku mengundurkan diri. Next time kalo sempet dan nggak mager aku share ceritanya ya.

Kelima, Aku ikut walk-in interview PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk. Tau dong itu perusahaan apa?  Iya Alfamart. Lowongan yang dibuka Crew Store, Staff Office dll. Aku ikut seleksi di Alfamart Tuparev 3 (lokasi tes terdekat dari rumah), tetaknya di depan SMK 1 Kedawung Cirebon. Karena letaknya yang cukup strategis, peserta yang datang lumayan banyak, lebih dari 200 orang mengadu nasib disini. Dari 200an orang itu, sebagian besar lulusan D3-S1. Sarjana banyak yang nganggur ya? Hmm. Berhubung kurang kondusif, akhirnya seleksi yang dilakukan hanya tes koran/kreaplin test. Setelah mengerjakan test ini, kurang dari 30 menit udah keluar hasilnya. Dari seratusan orang, ngoreksinya cuma sekian menit doang padahal hanya dikoreksi oleh satu orang? Kok bisa? Ah iya, positive thinking aja kalo mas HRD nya punya mata super jadi sekali kedipan udah tau mana yang bener haha :D, Tapi aku yakin kok HRD punya cara tersendiri untuk menentukan calon pegawai meski hanya sekian detik melihat, lagipula beliau sudah banyak pengalaman kan? Jangankan cuma ratusan, ribuan aja biasa. Dan disini, aku nggak lolos (lagi). Baru satu tahap udah ditolak. Cian nian kau ni haha.

Keenam, aku ikut walk-in interview Bank CIMB Niaga, lowongan kerja yang dibuka yaitu ODP (Office Development Program)/Mortgage DP di bawah naungan divisi marketing. Berhubung untuk program ODP, tesnya nggak sembarangan. Lagi dan lagi aku gagal. Aku gagal di tahap FGD (Forum Group Discussion). Cerita seleksi ODP menyusul ya.

Ketujuh, aku dipanggil interview untuk lamaran kerja sebagai Administrasi oleh PT. Samudra Industri (Hilon). Aku apply lamaran ini waktu ada jobfair GRATIS dari DISNAKERTRANS Kabupaten Cirebon di Cirebon Square Ramayana Plered. Betewe, mau sedikit cerita ya. Ini adalah jobfair pertama yang aku ikutin, sebelumnya aku kurang percaya sama jobfair karena (katanya)  percuma ke jobfair tapi nggak pernah ada panggilan. Asumsi itulah yang berubah menjadi mindset, belum lagi masuk jobfair harus bayar. "Ah mungkin akal-akalan EO jobfair aja ngadain acara padahal perusahaan nggak butuh pegawai." Haha itu pikiran jahat aku dan sebagian orang, tapi nggak semuanya bener sih. Buktinya banyak temen aku yang kerja karena daftar di jobfair. Ini mah emang dasarnya aku yang pelit nggak mau ngeluarin uang buat beli tiket jobfair, buktinya pas ada yang gratis langsung kesono haha :D
Eits.. Lanjut ke bahasan sebelumnya. Jadi, aku di telepon oleh Hilon Cabang Cirebon 16.44 WIB dan diberitahukan bahwa interview dilakukan besok paginya. Ada sekitar 10 peserta interview dan semuanya cewek. Menurutku, ini interview ter-nyesek. Kenapa?  Karena Bapaknya nanya "kenapa ambil pertanian padahal pertanian adalah jurusan mati, jurusan yang cari kerjanya susah kecuali memang ambil di bidang pertaniannya, dan perusahaan pertanian nggak banyak. Harusnya ambil jurusan ekonomi, akuntansi, psikologi dll yang bisa kerja di perusahaan manapun. Bisa aja kan saya ambil orang untuk lowongan ini dari jurusan administrasi." (kurang lebih begitu ya). Bapak kayaknya nggak tau kalo sarjana pertanian multi-talenta. Buktinya di bank banyak sarjana pertanian, ada juga yang mengajar, ada yang kerja ini dan itu, punya usaha dan lain sebagainya. Kalau cuma bidang administrasi, sarjana pertanian juga bisa kok Pak. Insyaallah. Dan lagi, banyak sekali perusahaan di bidang pertanian dan perusahaan itu tergolong besar, contohnya perkebunan sawit, benih, pestisida dll. Jadi sarjana pertanian itu punya ruang lingkup yang luas untuk bekerja, tapi kebanyakan untuk sarjana laki-laki. Emansipasi wanita nggak terlalu berpengaruh disini, jelas mereka tau bahwa sarjana laki-laki kebanyakan lebih tahan mental daripada perempuan.

Meskipun agak menyinggung hati, all is well. Aku yakin beliau nggak bermaksud, ini cuma salah satu strategi agar beliau tau seberapa hebat mental aku (mungkin).

Sampai tulisan ini dibuat, terhitung udah seminggu dan belum ada kabar dari perusahaan tersebut. Kalo diterima alhamdulillah, kalo enggak berarti belum jodoh. Mungkin aja jodohnya sama kamu, iya kamu. Kamu yang baca tulisan aku *ciyeileh bisa ngegombal juga* :D

Nah, itu sekian pengalaman sebagai jobseeker. Pengalaman selanjutnya akan ditulis menyusul, tapi semoga aja selanjutnya adalah pengalalaman kerja. Bukan pengalaman pengangguran pencari kerja lagi ya hehe. Aamiin.
Terimakasih udah baca tulisan yang nggak karuan ini, semoga tulisannya mudah dimengerti dan tidak menyinggung perasaan siapapun.

Seorang Introvert Menjadi Guru



Tiga bulan ini, setiap pagi aku disibukkan dengan kegiatan mengajar di RA (Raudlatul Atfal) Nur******. Kedengaran aneh nggak sih kalo sarjana pertanian ngajar TK?  Ah enggak kok. Artinya aku multi-talenta hihi :D

Asal mula kenapa aku mengajar di TK karena ada salah satu guru yang cuti, akhirnya aku ditawari mengajar disana, katanya cuma untuk bantu ngaji dan baca. Yaudah aku terima aja, lumayan daripada statusnya pengangguran.

Basically, aku bukan sarjana pendidikan jadi ngajar merupakan pengalaman baru. Ternyata ngajar itu nggak mudah, apalagi kalo kamu seorang introvert kayak aku.
Bukan sarjana pendidikan dan seorang introvert jadi paket lengkap. Hari-hari yang harusnya menyenangkan karena ketemu anak-anak, justru mirip penjara (ah lebay lu sin, wkwk). Intinya sih, pekerjaan itu jadi nggak nyaman ya.

Well, sebenernya aku nggak malu sama anak-anak disana, justru aku malu sama orang tua mereka yang nganterin dan ngeliatin diluar ruangan. Apalagi hampir semuanya tetangga, karena TK ini cuma berjarak berapa puluh meter dari rumah.

Sedikit kujelaskan tentang tipe orang seperti apakah aku ini? Aku adalah tipe orang introvert dan cenderung pemalu. Aku susah untuk bergaul dengan orang disekitar rumah, aku nggak punya banyak teman, dan anti sosial. Tapi semua ke-introvert-an aku hanya muncul jika di lingkungan rumah, kalo di lingkungan luar rumah seperti sekolah, kuliah, dan tempat kerja justru aku bisa show up! Aneh kan? Bukan berkepribadian ganda ya, ini lebih ke arah jaim (jaga image)  jika di lingkungan rumah. Entah ini karena apa, mungkinkah karena tekanan lingkungan sekitar?  Sarjana psikologi tell me, please! 

Selain malu pada orang tua mereka, aku malah malu sama diri sendiri. Belum lagi anak-anak jarang mendengarkan, ini faktor suaraku yang lemah lembut atau gara-gara aku nggak pernah marah sama mereka ya jadi mereka nggak nurut? Intinya aku belum bisa menguasai kelas. Mohon dimaklumi ya, aku biasanya di sawah -,-

Oh iya, aku bukan orang yang ahli dalam hal agama ya meskipun setiap pagi ngajar ngaji. Kemampuan mengaji aku malah meningkat setelah mengajari mereka. Ternyata banyak hikmah dibalik ini semua, aku belajar ngaji, belajar memahami, belajar sabar, belajar bersyukur dan belajar hal lain yang belum tentu aku dapatkan ditempat lain.

Poin pentingnya, aku sedikit memahami karakter anak-anak. Ada anak yang pandai membaca dan menulis tapi kurang pandai berhitung atau sebaliknya, ada yang hanya pandai menggambar dan mewarnai, ada yang pandai hapalan, ada juga yang pandai berbicara, dan ada lagi yang kurang mengerjakan itu semua tapi punya keberanian yang tinggi. Kita bahkan nggak tau masa depan mereka akan jadi apa, tapi mereka adalah calon orang hebat di masa depan. Jadi, pendidikan sangat penting untuk mendukung masa depan mereka dan guru-guru yang kompeten akan menunjang itu semua. Teruntuk sarjana pendidikan diluar sana, jadilah guru yang hebat untuk mereka ya? Please! (Kedip-kedipin mata)

Betewe, sebenernya aku punya cita-cita menjadi Pengajar Muda di pelosok negeri dalam program Indonesia Mengajar. Mungkin ini salah satu jalan Allah agar aku terbiasa menjadi guru ya. Semoga impian ini bisa tercapai, aamiin.

Dan, terimakasih banyak untuk penjara keceriaan dan pengetahuan yang telah memberiku kesempatan untuk belajar. Sampai jumpa di masa depan anak-anakku (belum nikah eh anaknya udah banyak haha).

Sarjana Serba Salah



Menjadi guru, dokter, pilot, tentara, dan polisi merupakan cita-cita yang paling sering ditemui pada anak-anak usia dini hingga sekolah dasar. Ada yang menyuarakannya dengan lantang dan ada pula yang malu-malu.

Setelah dewasa, mereka mulai sadar bahwa meraih cita-cita tak semudah kelihatannya. Mau masuk ke perguruan tinggi susah, mau lulus susah, eh pas udah lulus nyari kerjanya juga susah. Akhirnya banyak diantaranya yang menyerah.




Pun aku, cita-citaku entah hanyut kemana. Pernah ingin menjadi seorang presiden, ilmuan, guru, dosen, penulis dan sekarang jadi apapun yang penting kerja. Apalagi hidup di tengah masyarakat yang masih berfikiran bahwa lulus kuliah harus kerja di tempat yang layak untuk sarjana (duduk, ngetik, mikir), jika tidak maka bersiaplah "kupingmu panas" karena digosipin sana sini.

👵 Udah sarjana ya?
👧 Iya
👴 Kerja dimana?
👧 Belum kerja
👵 Sarjana kok nganggur? Mending lulusan SMA, langsung kerja.
👧 Kemarin baru interview di perusaan X di bagian marketing
👨 Sarjana jangan mau kerja panas-panasan
👩 Sarjana itu kerjanya tinggal duduk dan berpakaian rapi
👧 (cuma senyum)

Ada lagi yang setelah lulus dia membuka usaha, tapi tetap saja dikomentari sana sini.

"Percuma ijazahnya nggak kepake, nggak kuliah juga bisa jadi pengusaha kok."

Padahal ilmunya lebih penting,  bukan ijazahnya.

Lulus kuliah lalu menikah apalagi, seumur hidupmu jadi contoh sarjana pengangguran.

"Ngapain kuliah, liat aja si xxxxx udah kuliah mahal-mahal, setelah lulus langsung nikah dan ujung-ujungnya ngurusin anak."

Akhirnya,  jalan hidup seseorang tak sepenuhnya milik dirinya sendiri. Apalagi untuk yang sensitif dan selalu memikirkan penilaian orang, hidup penuh tekanan dari sana sini.

Sarjana kok jadi serba salah ya? Ini salah itu salah, semuanya salah. Padahal menuntut ilmu adalah kewajiban, bukan sekedar mencari pekerjaan yang layak dan terpandang.



Tipe Kepribadian MBTI



Beberapa bulan terakhir aku baru tau kalo ada tes kepribadian MBTI, karena selama ini yang aku tau cuma tes kepribadian yang biasa dilakukan oleh Psikolog atau yang dishare di facebook. Agak kudet sih, tapi seenggaknya jadi tau kepribadian aku yang sebenarnya.
Aku tau tes kepribadian ini dari blog salah seorang vloger sekaligus selebgram @gitasav. Dari situlah aku kepo dan berakhir googling.

MBTI (Myers-Birggs Type Indicator) adalah psikotes yang dirancang untuk mengukur preferensi psikologis seseorang dalam melihat dunia dan membuat keputusan. MBTI dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers pada sejak 1940. Psikotes ini dirancang untuk mengukur kecerdasan individu, bakat, dan tipe kepribadian seseorang.

Tes Kepribadian ini dapat dilakukan secara online, baik melalui aplikasi smartphone ataupun melalui website. Ada 60 soal berpasangan yang diberikan, kamu bisa pilih salah satu jawaban diantara dua soal yang tersedia. Kamu harus pilih jawaban dengan jujur. Pokoknya pilih yang jawabannya 'kamu banget'.
Setelah selesai menjawab semua pertanyaan, tunggu beberapa saat dan tipe kepribadian kamu akan muncul.

Berdasarkan Tes Kepribadian MBTI,  ada 16 tipe kepribadian. Aku nggak akan menjelaskan disini, jadi kamu bisa googling sendiri. Disini aku hanya menceritakan tentang tipe kepribadian INTP. Dari 60 pertanyaan yang kujawab, hasilnya adalah aku seorang INTP. Sudah aku coba  beberapa kali untuk memastikan --dengan mengubah beberapa jawaban yang masih diragukan-- dan hasilnya selalu sama.

INTP adalah tipe orang yang berusaha membangun penjelasan yang masuk akal untuk segala sesuatu yang menarik bagi mereka. Teoritis dan abstrak, lebih tertarik pada ide-ide daripada interaksi sosial. Tenang, cerdas, fleksibel, dan mudah beradaptasi. Memiliki kemampuan yang tidak biasa untuk fokus dan mendalami pemecahan masalah pada bidang yang menjadi minat mereka. Skeptis, terkadang kritis, dan selalu analitis.

Beberapa tokoh terkenal yang merupakan INTP diantaranya Albert Einstein,Sir Isaac Newton, JK Rowling dan masih banyak lagi. Wah ternyata aku memiliki kemampuan sehebat mereka,  hanya saja belum dapat fokus pada bakat sendiri --yang sampai detik ini belum diketahui (miris).

Beberapa profesi yang sesuai dengan INTP,  yaitu ilmuan, fotografer, penulis buku teknis, ahli komputer, jaksa dll. Ngomongin profesi, dulu aku ingin jadi seorang ilmuwan, tapi aku juga suka menulis sejak kecil. Mungkin aku bisa jadi seorang ilmuan dan penulis buku.

Saran pengembangan diri seorang INTP adalah belajar membangun hubungan dengan orang lain. Belajar berempati, mendengar aktif, memberi perhatian dan bertukar pendapat.
Relaks. Jangan terlalu banyak berfikir. Nikmati hidup tanpa harus bertanya mengapa dan bagaimana.
Mencoba menemukan satu ide, merencanakan dan mewujudkannya. Jangan terlalu sering berganti-ganti ide tetapi tidak satupun yang terwujud.

Aku Punya 3 Blog?


Katanya,  tak kenal maka tak sayang


Dan katanya (lagi), lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali


Hello world!
Welcome to my 3rd blog! Blog ketiga yang aku kelola dari tahun 2014 tapi sayangnya sempat terbengkalai beberapa tahun belakangan. Akhirnya aku punya ide untuk mengubah nama blog jadi lebih 'aku banget'.

Sedikit curhat ya, aku memang mengelola 3 blog, blog pertama bisa dibilang private blog karena isinya cuma curhatan, keluhan, dan segala macamnya. Sekarang blog itu cuma aku yang tau, domain dll sudah diganti tapi postingan masih ada karena sayang banget kalo dihapus permanen. Aku pikir ke-alay-an dan ke-absurd-an nggak perlu dipublikasikan. So, blog itu aku rahasiakan biar nggak tambah banyak yang tau betapa alaynya aku wkwk. Miyane 🙏🙏

Blog kedua, justru semua orang harus tau. Isinya semua hal yang berkaitan dengan kuliah, ada laporan dan artikel. Bisa dibilang ini professional blog yang aku punya tapi tetep kadang-kadang absurd juga sih hehe. Kalian bisa langsung ke miyukha.blogspot.com

Dan, blog ketiga yang ini nih. Iya yang ini. Blog yang rencananya bertema Personal Blog tapi dapat dibaca banyak orang,  dan semoga dapat bermanfaat. Konten-kontennya dapat berupa sharing pengalaman, opini,  dan tips. Semoga konsisten dan bisa sering-sering update 😂

Seleksi Kerja di BTPN Syariah


Setelah sekian purnama nggak posting di blog,  aku jadi canggung harus nulis apa. Mager yang kebangetan bikin hari-hari nggak produktif. Betewe sekarang aku udah jadi sarjana dan berubah status jadi jobseeker,  kira-kira udah dua bulan aku nganggur :( Ternyata jadi pengangguran itu nggak asik,  aku emang punya banyak waktu luang tapi aku nggak punya duit jadi aku nggak bisa travelling. Nggak mungkin dong minta terus ke orang tua?
Oke udah basa-basinya. Langsung balik ke topik yang bakal dibahas.

Pertengahan bulan Januari aku daftar kerja di BTPN Syariah sebagai Pembina Sentra dan sebulan kemudian aku dapet panggilan melalui sms. Dari sms tersebut aku diundang untuk melakukan tes tahap pertama pada tanggal 14 Februari 2017 di Universitas Muhammadiyah Cirebon.

Sehari sebelum tes aku terserang flu dan demam. Akhirnya aku berangkat tes dengan kondisi nggak sehat. Di hari tes, ada hampir seratus orang yang hadir untuk mengikuti tes. Aku dateng sekitar jam 07.50 disana udah ramai sama peserta. Nggak lama HRD dateng dan ngasih satu eksemplar formulir data diri. Setelah itu kita diperkenalkan dengan BTPN Syariah melalui penjelasan dan video yang ditampilkan.

Dari penjelasan dan video,  Pembina Sentra kerjanya melakukan pembinaan kepada ibu-ibu di desa, aku sebenernya belum begitu paham tapi yang aku tangkap dari penjelasan tersebut adalah mencari nasabah. CMIIW.

Setelah penjelasan,  HRD bilang kalo nggak berminat atau keberatan bisa keluar ruangan karena pekerjaannya merupakan pekerjaan berat dan nggak butuh yang cuma coba-coba.Sekitar seperempat dari peserta yang hadir mengundurkan diri dan tersisa sekitar 70an peserta termasuk aku. Kenapa aku bertahan?  Jawabannya adalah aku suka tantangan dan kepo. Penasaran dong tesnya kayak apa?  Entah lolos ataupun enggak, entah kerjaannya seperti apa, yang penting kan nyoba?

Selanjutnya kita diberi selembar soal psikotes gambar yang terdiri dari 25 soal. HRD memberi contoh cara mengerjakannya kemudian kita diberi waktu beberapa menit (lupa berapa menit). Menurut aku soalnya mudah tapi ada beberapa soal yang belum sempat dikerjakan karena waktunya habis. Managemen waktuku buruk parah!
Setelah soal psikotes gambar selesai,  kita diberi soal kedua yaitu tes koran. (Lagi) HRD menjelaskan cara pengerjaannya. Ini tes koran pertama yang aku kerjakan! Tapi ada kesalahan. Aku mulai dari kolom (bawah) paling atas padahal harusnya dari kolom paling bawah. Dua baris terlewati tapi akhirnya baris selanjutnya aku bisa mengikuti. Sempet ngerasa kesel dan stuck karena aku lagi sakit dan ini soal emang ngeselin ya?  Haha :D apalagi ngelirik sebelah kok cepet banget ngerjainnya. Kan jadi minder :')

Tes koran selesai. Yeay! Selanjutnya HRD mengintruksikan kita untuk nunggu sampai jam 11 untuk pengumuman. Sumpah awalnya aku minder banget dan pesimis. Aku pasrah nggak lolos juga yang penting udah nyoba kan?  Tapi malu juga sih kalo sampai nggak lolos karena saingannya itu rata-rata lulusan SMA. Masa udah sarjana tapi ujian psikotesnya nggak bisa? Kan lucu padahal dulu masuk PTN ada soal TPAnya.

Nunggu pengumuman yang harap-harap cemas ini aku kenalan sama beberapa teman. Bagus nih buat nambah relasi. Waktu pengumuman pun tiba dan ternyata aku lolos! Ada 40 orang yang lolos dan peserta di sebelah kananku malah nggak lolos,  mungkin doi ngerjainnya cepet tapi (sengaja) nggak pake diitung kali ya?  Aku juga nggak liat pada saat pengumuman,  aku yakin doi udah pulang duluan karena tau nggak akan lolos dan mungkin memang berharap nggak lolos.

Peserta yang nggak lolos diperkenankan keluar ruangan dan kita akan melakukan interview. Aku dapat kloter kedua. Pertanyaan dari interview cukup sederhana, ini seingat aku ya.

1. Apa itu pembina sentra?
2. Bersedia/tidak?
3. Perkenalan diri
4. Pertanyaan seputar keluarga (anak keberapa,  pekerjaan orang tua)
5. Organisasi yang pernah diikuti
6. Prestasi yang pernah diraih
7. Pengalaman kerja
8. Kenapa ingin bekerja?
9. Kegiatan di rumah
10. Dapat mengendarai motor gigi? Punya SIM?
11. Bersedia ditempatkan dimana? (Se-wilayah 3 Cirebon)

Pertanyaan nomor sepuluh yang paling bikin bimbang karena aku sejujurnya belum lancar naik motor,  entah gigi ataupun matic. Ini semua dikarenakan jalanan Cirebon itu Pantura cyiin,  ada trauma tersendiri karena sering liat kecelakaan. Lagipula aku ini orang yang agak ansos, nggak suka keluar rumah jadi jarang pake motor. Lengkaplah sudah ketidaklancaran dan ketakutan buat nyetir motor. Aku bilang sejujurnya sama HRD kalo belum lancar, kata beliau kira-kira kalo ngelancarin butuh waktu berapa lama?  Aku cuma jawab seminggu atau dua minggu intens.

Setelah interview selesai,  beberapa menit kemudian pengumuman dan aku lolos (lagi)! Aku lupa berapa orang yang lolos, mungkin sekitar 20 orang. HRD mengatakan bahwa akan ada interview user dan medical check up. Beberapa berkas juga harus dikumpulkan setelah interview user lolos.

Lima hari kemudian dilakukan interview user yang dilaksanakan di beberapa cabang BTPN Syariah. Kebetulan aku ditempatkan di BTPN Syariah Cabang Gunung Jati. Ada 6 orang yang melakukan interview di cabang gunung jati. Lucunya dari interview ini adalah selow banget,  entah aku yang merasa selow atau emang pembawaan usernya yang easy going. Bahkan ketika selesai interview, peserta setelah aku bilang kok rame banget di dalam.
Ada dua pewawancara pada saat interview,  aku yakin ibu/mbak nya ini pembina sentra juga,  salah satunya adalah lulusan Pertanian UNSOED. Satu almamater nih! Nah untuk interview user pertanyaannya nyaris sama dengan interview pada tahap pertama.

Sehari setelah interview user,  aku dapat pengumuman dari HRD bahwa aku lolos. Alhamdulillah. Mungkin ini memang jalan aku setelah beberapa bulan nganggur,  tapi sampai sekarang (28/02) tepatnya tiga hari setelah pengumuman kelolosan berkasku belum juga lengkap karena aku belum punya SIM C.

Betewe untuk honor dari Pembina Sentra sesuai UMK di daerah penempatan,  tapi kita diberi fasilitas wisma, motor, makan, dll. Kenapa kita tinggal di wisma?  Karena kerjanya ditempatin di daerah-daerah jadi kemungkinan untuk pulang pergi cukup jauh,  belum lagi pekerjaan yang numpuk banyak akhirnya kita harus rekap sampai malam. Mungkin ini yang melatarbelakangi adanya wisma,  selain itu juga untuk koordinasi lebih mudah.

Aku sendiri belum tau akan ditempatkan dimana karena pada saat interview diusahakan ditempatkan di Cirebon. Semoga nggak jauh-jauh ya. Aamiin.

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.